Month: February 2020

Hal yang Butuh Anda Tahu Tentang Audemars Piguet Royal Oak

Dari Jay-Z sampai Arnold Schwarzenegger ialah fans arloji ini, serta Serena Williams kenakan versus sporty dari seri ini, Royal Oak Offshore waktu memenangi gelar ke-7 Wimbledon kepunyaannya. Tersebut bukti yang butuh Anda tahu tentang seri ikonis Royal Oak dari Audemars Piguet.

Direncanakan Cuma Dalam Waktu 1 Hari
Saat acara Baselworld di tahun 1971 mendiang desainer Gérald Genta disuruh untuk membuat satu arloji baja yang bisa dipakai dalam beberapa kegiatan, dia mengakhirinya dalam tempo kurang 24 jam. Tidak diduga kreasinya ini jadi satu diantara highlight dari profesinya jadi desainer serta arloji yang akan tetap diasumsikan dengannya.

Kurang Mendapatkan Tanggapan Positif Pada Awal Peluncurannya
Pada acara peluncuran resminya yang berjalan satu tahun sesudah Genta menunjukkan rancangannya, Royal Oak mendapatkan sambutan yang dingin dari pencinta arloji. Beberapa kolektor merasakan kebingungan lihat satu arloji bergaya sporty memiliki bahan baja dengan sisi pinggir yang berdesain miring serta octagonal bezel. Dan, saat itu dunia sedang dirundung trend akan arloji memiliki ukuran kecil, Royal Oak yang memiliki ukuran 39 mm dipandang berani untuk menggedor trend pada eranya.

Hampir Dikasih Nama Berlainan
Saat prototype-nya sudah selesai, arloji ini dinamakan ‘Safari’ sebab nuansa sporty yang merasa dari bentuknya. Tetapi beberapa pejabat Audemars Piguet pada saat itu merasakan nama itu kurang pas untuk disematkan pada suatu kreasi arloji serta sampai pada akhirnya diambil Royal Oak yang disebut nama kapal perang dari Angkatan Laut Inggris

Mempunyai Keterikatan dengan Dunia Maritim
Searah dengan nama yang dipunyainya, beberapa menjelaskan jika design bezel-nya yang mempesona di inspirasi dari porthole dari kapal tetapi umumnya lebih sepakat akan opini jika bentuknya ambil ilham dari helm penyelam. Dengan kebetulan, waktu Genta tengah membuat dia lihat seseorang penyelam ada dari danau Geneva serta berpikir jika pelat paku pada helm itu cukup kedap pada air buat seseorang penyelam, karena itu hal itu dapat dia terapkan pada arlojinya.

Lihat Juga > Poker QQ Terpercaya

Prototipenya Dibikin Dalam Bahan White Gold
Walau selanjutnya saat dipertunjukkan pada public dibikin dalam material stainless steel, prototype pertamanya malah dibuat memakai bahan white gold sebab teksturnya yang lebih halus hingga lebih memudahkan dalam pengerjaanya dan sebab Audemars Piguet lebih familier dengan material ini. Dan, sebab ongkos penggilingan emas putih yang tambah murah dibandingkan baja.

Menolong Buka Kelompok Market Baru
Saat pertama-tama dikeluarkan, Royak Oak dibandrol pada harga seputar CHF3.500 – termasuk sangatlah mahal untuk ukuran satu arloji baja pada saat itu . Tetapi selanjutnya sampai sekarang, merek seperti Richard Mille serta Hublot ikuti jejak Audemars Piguet dengan tawarkan arloji elegan bergaya sporty sebagai satu diantara DNA labelnya.

Diperlukan Waktu Sampai 1 Jam Untuk Membuat Dial
Motif ‘Tapisserie’ yang indah pada pukul tangan ini dibikin dalam proses yang susah oleh artisan dengan memerlukan waktu sampai satu jam dimana memakai mesin automatic engraving. Dalam proses tehnik guillochage ini, mesin diberi dengan satu disc yang tampilkan skema dalam rasio besar serta persegi yang dipotong sampai pada akhirnya skema yang beralur tercipta.

Superstar Termuda di Kategorinya
Jika dibanding pada umur dari cap Audemars Piguet yang sampai 141 tahun, Royal Oak masih termasuk remaja. Tetapi untuk sampai status jadi cult item dalam periode waktu yang singkat ialah satu perolehan yang mempesona. Untuk satu arloji yang pada awal peluncurannya kurang mendapatkan sambutan ketertarikan, sekarang Royal Oak jadi arloji paling diketahui dari Audemars Piguet.

Audemars Piguet Perkenalkan Jam tangan 11.59 di SIHH 2019

Audemars Piguet mendatangkan arloji baru dengan kode 11.59 di arena SIHH (Salon International de la Haute Horlogerie Geneva) 2019. Arloji ini terbagi dalam 13 rujukan baru dari koleksi yang pertama-tama dikeluarkan dalam koleksi Millenary tahun 1993.

SIHH adalah satu diantara arena berprestise untuk beberapa pembuat jam atau merk jam untuk mendatangkan beberapa koleksi paling baru serta unik mereka.

Arloji Audemars Piguet ini akan tampilkan enam design yang berlainan serta keunggulan.

Ada dalam Tiga Warna Casing
Koleksi ini terbagi dalam casing rose gold, emas putih serta abu-abu dengan dial hitam serta biru.

Sesaat simbol AP yang didatangkan dalam pemberi tanda jam serta jendela tanggal pada jam 1/2 empat. Jam tangan berdiameter 41 mm ini mempunyai bezel yang hampir tidak ada serta kaca safir melengkung ganda dengan permukaan internal yang berupa seperti kubah.

“Kami inginkan keterbacaan paling baik serta kami hampir tidak inginkan frame. Bila Anda lihat hp serta TV tidak ada frame membuat dunia sekarang besar sekali. Membuat suatu jam tangan dengan kurva ganda benar-benar susah, lebih jam tangan ini mendatangkan mengenai detil lebih. Jadi kami membuat detailnya semaksimal mungkin,” kata CEO Audemars Pigue, Francois-Henry Bennahmias dikutip dari scmp.com.

Arloji Audemars Piguet ini mempunyai bentuk casing bulat serta masih menjaga bentuk sisi delapan ikoniknya dengan menyelipkannya ke kotak tengah, yaitu antara casing sisi atas serta casing belakang. Selain itu di bagian casing belakang, arloji ini mempunyai bentuk melengkung yang jadikan jam tangan ini mudah di pergelangan tangan.

Lihat disini situs DominoQQ

Enam Mode
Koleksi Selfwinding ada dengan caliber baru 4302 mempunyai cadangan daya 70 jam dalam casing rose gold atau emas putih dengan enamel biru atau hitam. Untuk koleksi Selfwinding Chronograph diperlengkapi dengan caliber baru juga yakni 4401 yang tawarkan cadangan daya 70 jam. Arloji Selfwinding ini ada dengan casing rose gold dengan dial biru.

Sesaat jam tangan Minute Repeater Supersonnerie ada dengan movement caliber tourbillon 2950 dengan cadangan daya 65 jam dalam casing emas putih serta dial biru. Sedang tourbillon Openworked cuma ada dalam casing rose gold serta bezel hitam yang dipernis. Arloji ini memakai caliber 2948 yang tawarkan cadangan daya sampai 80 jam yang mengagumkan.

Koleksi yang lain Selfwinding Flying Tourbillon dalam casing emas putih dengan dial biru serta tali kulit jam berwarna seirama. Di bagian dial jam jam enam diperlengkapi dengan enamel unik tehnik Grand Feu.

Koleksi 11.59 mendatangkan jam tangan kalender kekal dalam casing rose gold yang memikat. Kalender ini mempunyai dial aventurine biru tua dengan bintik-bintik putih seperti langit malam penuh dengan bintang. Sesaat sub-dial untuk moonphase ada di angka 6 dengan simbol AP. Sedang untuk sub-dial yang tampilkan bulan serta tanggal semasing adda pada pukul 12 serta jam 3, sub-dial yang lain tunjukkan hari dalam satu minggu yang berada di angka 9.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén