Memahami Aliran Seni Impresionisme dan Post Impresionisme

Dalam dunia seni lukis, terdapat satu aliran seni modern yang sangat terkenal akan ciri khasnya yaitu aliran seni impresionisme. Setelah itu, muncul aliran seni yang terinspirasi dari aliran tersebut yang diberi nama post impresionisme. Kedua aliran seni ini sering dianggap masih dalam satu ‘kelompok’. Meski sebenarnya secara detail memiliki ciri yang berbeda pada setiap hasil akhirnya.

Beberapa nama seniman yang mengambil aliran seni impresionisme ialah Macchiaioli, Winslow Homer, Pierre-Auguste Renoir, Claude Monet, dan Berthe Morisot. Sementara seniman yang mengambil aliran seni post impresionisme di antaranya ada Paul Gauguin, Paul Signac, Paul Cezanne, George Seurat, serta Vincent Van Gogh.

Perbedaan Pada Setiap Bagian Impresionisme dan Post Impresionisme

Mungkin secara singkat bila harus dijelaskan, kedua aliran seni tersebut masih saling berhubungan. Sebab post impresionisme sendiri sering dianggap sebagai sebuah kelanjutan dari aliran impresionisme. Untuk mengenal dan memahami lebih lanjut tentang bagaimana perbedaan antara keduanya berikut pembahasannya.

Pilihan Teknik Menggambar

Point pertama, dengan melihat tekniknya yang digunakan dalam masing-masing aliran. Impresionisme bisa diartikan sebagai aliran dengan mengusung keakuratan warna yang fokus terhadap sisi pencahayaan, kemudian dilukis berdasarkan proses terjadinya warna dengan sapuan-sapuan kuas kecil.

Sedangkan post impresionisme merupakan aliran yang lebih fokus pada penguatan simbolik, cahaya terang, dan tidak banyak menggunakan warna yang terkesan netral. Aliran ini cenderung membuat dengan sapuan kuas kecil yang ditinding sehingga menghasilkan kombinasi warna ilusi.

Jadi secara teknik, masing-masing aliran memiliki fokus dan cara yang berbeda dalam menghasilkan lukisan. Namun bisa dilihat bahwa keduanya masih cukup berada pada satu jalur dan hasil lukisannya pun sekilas tidak jauh berbeda.

Sudut Pandang dan Teori

Awal mula munculnya aliran seni impresionisme ini bermula atas penerapan teori dari Eugene Delacroix yang berupa lukisan tidak harus selamanya dibentuk dengan cara pengolahan garis secara berlebihan seperti aliran seni klasik yang telah digunakan oleh seniman Inggris bertahun-tahun sebelumnya.

Sebaliknya, cara pengolahan dalam pengetahuan warna-warna dengan penuh teliti dianggap akan menghasilkan bentuk lukisan yang jauh lebih menarik. Walau begitu, Eugene Delacorix sendiri masih gagal dan belum sepenuhnya menerapkan teori tersebut sehingga masih tetap berkonsentrasi pada bentuk-bentuk ideal.

Dari sinilah para seniman mulai membuat aturan sendiri dengan memakai teori Eugene Delacroix dan mulai melanggar aturan akademik dalam pembuatan lukisan secara umum. Bentuk objek lukisan dibuat lebih sederhana, tetapi dibuat dengan tekniknya yaitu memoles kuas kecil yang mana menghasilkan gambar istimewa.

Bagaimana dengan post impresionisme? Aliran seni ini bermula dari hasil perkembangan impresionisme. Jadi, bisa dikatakan bahwa post impresionisme ini adalah hasil dari perkembangan aliran seni sebelumnya yaitu impresionisme.

Aliran seni post impresionisme diterapkan oleh seniman-seniman dengan pemikiran yang kritis seperti nama-nama seniman yang sudah disebutkan di atas. Pada hasil karyanya, mereka memiliki kesan figuratif warna dan cahaya yang lebih tegas. Selain itu adanya teori spectrum warna milik Isaac Newton juga menjadi satu pegangan para seniman dalam menggunakan aliran post impresionisme.

Pemilihan Warna

Karena pada dasarnya perbedaan yang paling terlihat dari hasil lukisannya, maka pemilihan warna atau pengaplikasian warna dilihat lebih rinci akan berbeda. Sebelumnya telah dijelaskan, impresionisme lebih fokus dengan pencahayaan dengan pengaplikasian warna yang lebih teliti sementara post impresionisme fokus pada cahaya terang tanpa menggunakan warna terkesan netral hingga memberi kesan figuratif dan tegas.

Maka bisa kita lihat dari hasil lukisan karya Togel Singapore kedua aliran tersebut sebagai contoh. Pada lukisan karya Pierre Auguste Renoir, aliran impresionisme sangat terlihat dengan bagaimana polesan kuas yang dia berikan pada kanvasnya. Seperti lukisannya yang berjudul ‘Dance at Le moulin de la Galette’.

Lukisan ini berlatar abad ke-19, menggambarkan bagaimana suasana pada Minggu sore yang khas di Moulin de la Galette, Paris. Tampak para pekerja berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama dengan menari, minum-minum, bercengkrama, dan makan-makan. Mengapa lukisan ini begitu populer sebagai hasil karya dari aliran impresionisme?

Di lihat bagaimana Renoir membawa kita untuk menikmati lukisannya dengan ‘berjelajah’. Kita tidak akan bisa fokus pada beberapa bagiannya saja, kita secara otomatis akan memerhatikan semua bagiannya. Lalu berujung membuat kita bisa merasakan suasana hangat dalam lukisan tersebut.

Berikutnya, sebagai contoh karya seni aliras post impresionisme ada Van Gogh dengan lukisan berjudul ‘The Starry Night’. Kita dibawa melihat pemandangan indah malam dengan polesan kuas yang bertumpuk sehingga memberi warna yang berbeda. Meski begitu dari segi warna dan bentuk, tidaklah rumit. Masih ada unsur kesederhanaan yang dihadirkan.

Pesona langit malam yang dibuat oleh Van Gogh terdiri dari garis titik-titik panjang yang mana menggunakan warna sederhana, namun berhasil menghasilkan warna baru. Pada bagian rumah dibuat gelap dengan warna terang di bagian jendela-jendelanya, menggambarkan lampu temaram hangat dalam rumah di setiap malamnya. Semua bidangnya disapukan warna.

Bentuk Gaya Seni

Berlanjut dengan melihatnya dari bentuk gaya seni yang digunakan oleh kedua aliran. Impresionisme lebih mengambil ‘bagaimana memberikan sisi berbeda dalam setiap sudut pandang siapa pun yang sedang menikmatinya’.

Sedangkan pada post impresionisme, lebih kepada ‘bagaimana memberikan sisi berbeda dengan menonjolkan sisi pencahayaan yang mana memberi kesan ada cahaya yang jatuh pada objek yang dilukis’.

Sama seperti teori yang masing-masing gunakan, impresionisme memiliki bentuk lukisan dengan warna yang lebih teliti karena mengambil bagaimana proses terjadinya warna. Sementara post impresionisme memiliki bentuk lukisan dengan warna yang terkesan berubah-ubah untuk memberi suasana khusus.

Bisa disimpulkan, pada masing-masing aliran seni yang sekilas masih dalam satu aliran ini memang fokus terhadap proses pengaplikasian dan cara memberikan warna, juga tetap konsentrasi dalam hal efek cahaya. Pada aliran seni impresionisme kita lebih bisa merasakan suasana yang ‘cerah’, lalu pada aliran seni post impresionisme kita lebih bisa merasakan suasana yang ‘hangat’. Kedua aliran ini banyak dinilai sebagai aliran yang ‘gila’ karena ingin melepas akademik umum dalam pembuatan lukisan klasik. Anda bisa menemukan perbedaan yang cukup kental dengan memerhatikan lukisan aliran impresionisme berjudul ‘Flowers in a Vase’ karya Pierre Auguste Renoir dengan ‘Vase with Poppies’ karya Vincent van Gogh.